Puisi: Luka Dan Rindu
Disaat kau memandangku sebelah mata
Aku mencintaimu dengan buta
Tak peduli jika kau tak tahu
Atau kau tahu namun mengabaikanku?
Aku tak ingin memiliki
Itu obsesi, bukan cinta
Tak ingin melihatmu dengan yang lain?
Itu adalah posesiv, bukan cinta
Bibirku terasa berat tuk mengucap
Mata yang kutatap menjelma menjadi getaran dalam hati
Dari sekian banyak rasa, mengapa harus cinta?
Dari sekian banyak jawaban, mengapa harus penolakan?
Aku hampir saja kehilangan akal sehatku
Mematahkan hatiku demi kau menari-nari dipikiranku
Kamu yang bersikap biasa-biasa saja padaku
Dan aku yang tergila-gila terhadapmu
Aku mencintaimu dengan buta
Tak peduli jika kau tak tahu
Atau kau tahu namun mengabaikanku?
Aku tak ingin memiliki
Itu obsesi, bukan cinta
Tak ingin melihatmu dengan yang lain?
Itu adalah posesiv, bukan cinta
Bibirku terasa berat tuk mengucap
Mata yang kutatap menjelma menjadi getaran dalam hati
Dari sekian banyak rasa, mengapa harus cinta?
Dari sekian banyak jawaban, mengapa harus penolakan?
Aku hampir saja kehilangan akal sehatku
Mematahkan hatiku demi kau menari-nari dipikiranku
Kamu yang bersikap biasa-biasa saja padaku
Dan aku yang tergila-gila terhadapmu
Komentar
Posting Komentar