Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Puisi: Luka Dan Rindu

Disaat kau memandangku sebelah mata Aku mencintaimu dengan buta Tak peduli jika kau tak tahu Atau kau tahu namun mengabaikanku? Aku tak ingin memiliki Itu obsesi, bukan cinta Tak ingin melihatmu dengan yang lain? Itu adalah posesiv, bukan cinta Bibirku terasa berat tuk mengucap Mata yang kutatap menjelma menjadi getaran dalam hati Dari sekian banyak rasa, mengapa harus cinta? Dari sekian banyak jawaban,  mengapa harus penolakan? Aku hampir saja kehilangan akal sehatku Mematahkan hatiku demi kau menari-nari dipikiranku Kamu yang bersikap biasa-biasa saja padaku Dan aku yang tergila-gila terhadapmu

Bukan pelangi mu

Kurindukan pelangi bersama petang Rintik hujan menghapus kenangan Dan jika hujan masih menjadi awan Lalu bagaimana pelangi akan datang? Tidakkah ku berikan semesta? Namun kau meminta jiwa Tidak perlu durjana tuk sengsara Sekedar perpidahan buatku lara Aku pelampiasan bukan pilihan Aku kepompong bukan kupu kupu Aku adalah hujan bukanlah pelangi Bukan tempatmu bersandar hanya mengadu